Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Merdu Kala Itu

Gemericik tetes sore tadi terdengar
Di sela eloknya liuk alun sajak senja
Dan sayup langkah mungil si tegar
Siap menyambut datangnya si praja

Kini terdengar langkah beralih berat
Jemari pun tak lagi bergerak lincah
Tanda siap merengkuh sejuk sirat
Sejenak lepas menunduk merendah

Hijau tlah beralih membekas rona
Indah bak lembutnya hingar surau
Kuatkan jiwa lemah ini hingga parau
Hingga teguh berkuasa dalam fana

Senyap gerhana membungkus diam
Debur hari terbang mengiring hardik
Teringat pekan yang hadir meredam
Berlalu tak meluap hingga membaik

Jauh sudah kedua tungkai menapak
Rasa bercerita tentang apa itu duka
Kepada angin yang bersemilir luka
Bertitah di tengah embun di setapak

Sua dan pisah takkan hadir merubah
Segala untaian derma sedalam buai
Lelah ku bersorak dalam serapah
Tak lagi berpaling menatap semai

Jika sinar tak lagi menyiram hariku
Jemput aku dan katakan berbisik
Bahwa asa tak lagi bertemu jemu
Bahwa hina tak lagi hadir berderik

                                          Feb, 2025
Tjitra Ramadhani I am a lecturer at one of University in East Java. I like any kinds of literature.

Post a Comment for "Merdu Kala Itu"