Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memeluk Karma

Disudut benak tlah tertanam indah
Helai surai emas bak mentari utara
Mengingatkannya akan gemulai lara
Dengan lembut laku tanpa gelisah

Dia tlah memendam sulaman malam
Sudah lama dia terbuai dalam diam
Hingga rasa tak lagi usang oleh geram
Hingga duka hadir pekat menghunjam

Gerak gertak berbisik seolah hadir
Di tengah sindiran nasib atau takdir
Entah bisa memilih atau keduanya
Ku hanya mampu lalui liku gempita

Kepada apa aku berdusta,
Sedang masih ada sisa yang lekat?
Bilamana do'a tak lagi mengurai asa,
Jika ia mampu menghapus sekat?

Embun menyapa di atas lembayung
Sepi, tanpa ucap dan ujar nasehat
Teruslah kau bermimpi tanpa penat
Kertasmu terlukis intan berkalung

Sayangku...
Menatap bulanpun kau tak jua jemu
Begitulah caramu mendikte tabir
Tanpa kilauan dan kilatan syair

Terbungkam mulut ini tanpa kalam
Sampai reda derasnya hujan ujian
Sampai redam penatnya seringai angan
Sampai diam langkahnya berjalan pelan
Tjitra Ramadhani I am a lecturer at one of University in East Java. I like any kinds of literature.

Post a Comment for "Memeluk Karma"