Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lintang berlari

Sepi tak lagi mengemban suar suara
Hanya pintas berbatas Angsana
Kali ini dia telah mengurai kembang
Pada sebuah kolam di tepi seberang

Malam bersilih ganti dalam diam
Bersahutan bagai jari memetik harpa
Mencoba terpejam hingga padam
Namun jiwa kembali tertusuk durja

Bukan aku tak pernah melambat
Bukan pula mencoba berkelebat
Sangkamu saja yang bersorak hebat
Membuat yang lain beradu sebat

Suatu waktu kedepan kan sirna jua
Segala untai harap berhias permata
Berkelap mengerjap dijunjung gegap
Seolah ia diatas sana nampak tegap

Redup disana diantara yang terang
Sanggupkah dia menengok sejenak
Kepadamu dan aku yang berjuang
Dari sulaman permadani berjejak

Gugup tetap mencakar dalam relung
Seolah gerimis berpayung si jingga
Tabiatkah yang selalu ia pasung
Hingga terpaku hatiku pada fana

Semakin dekat yang kan Dia bawa
Semakin tajam rasa yang menyapa
Menoreh nyata dalam indahnya tawa
Hingga lenyap tak memberi bekas

Homey, 3 Mei 2026
Tjitra Ramadhani I am a lecturer at one of University in East Java. I like any kinds of literature.

Post a Comment for "Lintang berlari"